Kosong

Pas sampai pada Hal 16 buku aneh berjudul “menikah titik dua” yg kubaca, aku menemukan suatu pelajaran hidup.

“Aku jarang merasakan sedih yang benar-benar sedih. Namun ternyata kesedihan itu perlu agar kita lebih peka. Peka pada perasaan sendiri. Peka pada Tuhan

Dan, kesedihan adalah bentuk lain dari kekosongan”

Seketika mengingatkanku pula pada lirik lagu “kosong”-nya Dewa
….
Didalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu
Kau tulis namamu…

Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku

Hai Kawan, Sedihnya ditinggalkan dan dihinakan oleh seorang manusia, mungkin adalah satu caraNya, agar kita selalu ingat bahwa yg selalu abadi adalah hanya Dia, untuk Dia dan kembali pada Dia.

Dia yang Maha Pengasih dan Penyayang, Alloh SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s