Ketika Ku

Ketika ku katakan aku sedih, sesungguhnya aku telah mulai bahagia
Ketika ku katakan aku bahagia, sesungguhnya aku telah melupakan kesedihan

Ketika ku katakan aku benci, sesungguhnya aku sedang mulai menyukai
Ketika ku katakan aku suka, sesungguhnya aku telah melupakan kebencian

Ketika ku katakan tidak, sesungguhnya aku sedang mempertimbangkan untuk mengatakan iya
Ketika ku katakan iya, sesungguhnya aku telah mengakhiri penolakan

Ketika ku katakan aku ingin sendiri, sesungguhnya aku butuh seseorang disampingku

Ketika ku katakan aku ingin menangis, sesungguhnya aku butuh pelukan hangat dan usapan lembut kepalaku
Ketika ku katakan aku ingin tertawa, sesungguhnya aku butuh waktu bersama dengan orang-orang tercinta

Ketika ku katakan aku bisa sendiri, sesungguhnya aku butuh uluran
Ketika ku katakan aku butuh seseorang, sesungguhnya aku ingin dapat berbagi

Ketika ku tidak mengatakan apapun, sesungguhnya aku sedang menanti sebuah pertanyaan

*kenali aku perempuan*

One thought on “Ketika Ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s