bapak itu, kaos kaki, dan hujan

hujan rintik malam ini, ketika aku memutuskan untuk pulang lebih lambat dari biasanya
aku memutuskan untuk menggunakan busway hari ini, karena aku ingin mampir membeli “Quijo” di sarinah
dengan pulang lebih lambat, aku berharap buswayku lengang, sehingga akau akan bisa dengan bebas duduk sambil melanjutkan bacaan novelku.

lama sudah aku tak melewati rute jalan ini
jalan ini adalah memotong dari masjid dibelakang java departemen store, menuju jalan sabang, tanpa harus melewati hiruk pikuk persimpangan jalan yang ramai.
dulu sebelum ada kebijakan baru, jalan ini tidak terlalu ramai seperti sekarang
karena sekarang dipenuhi oleh penjual-penjual kaki lima yang harus bersembunyi dari pinggir jalan
penuh dan sesak, itu kesannya

tak mendapatkan “Quijo” roti kecil rasa keju dari roti boy
aku tetap memutuskan untuk menerjang hujan, tak masalah pikirku, karena aku selalu sedia payung
aku berjalan seperti biasanya, tapi sampai digerbang masjid pandanganku terpana kesebelah kiriku

bapak itu… yah bapak itu sedang menutupi dagangannya dengan plastik
bapak itu, bapak penjual kaos kaki
ternyata bapak itu terpinggirkan disisi gerbang ini
dahulu bapak itu di pinggir sana, yang sekarang dipakai oleh para penjual
disana bapak itu masih bisa terlindungi oleh atap,
disini bapak itu harus benar-benar merapatkan tubuhnya ke dinding untuk bisa berlindung dari hujan

sesering aku lewat, sesering itu aku melihat bapak itu dan kaos kakinya
tak banyak jenis yang dijual oleh  bapak itu hanya kaos kaki seharga 10rb sebanyak 3 pasang, murah!!!
aku pernah membelinya, tergantung kepandaian memilih untuk mendapatkan yang bagus
digelar dilantai, bapak itu bersandar disampingnya, diam terkadang terlihat terpejam lelah
raut wajah bapak itu yang membuatku berhenti kala itu

raut wajah yang sangat tulus, tanpa beban, dan tersenyum
dan kalian tau bapak itu memperlakukan orang sangat halus
bahkan ketika aku bertanya corak yang lain dengan sapaan hormat bapak itu menjawab “belum ada den, bapak belum sempat ambil barang lagi”
aku ingin bilang, jangan panggil saya seperti itu pak, tapi tak terucap

melihat bapak itu malam ini membuatku tiba-tiba merasa iba
tapi aku tak membeli kaos kakinya malam ini
sambil jalan melewatinya, aku hanya berdoa ya ALLOH semoga hujanmu ini menjadi berkah buat bapak itu
semoga dingin ini menjadikan rejeki untuk bapak itu, melalui kaos kaki dagangannya
Amin ya robbal alamin

4 thoughts on “bapak itu, kaos kaki, dan hujan

  1. waw.. ternyata mba takum hatinya lembut ya🙂 *gak nyangka kalo wanita sekali*
    keren bwt perjuangan bapaknya sbg seorang ‘orang tua & Suami’, semoga mereka sekleuarga & kita semua dilancarkan rezekinya,dan pastinya selalu bersyukur, amin😀

    • amin ya robbal alamin.. semoga kita juga selalu bisa menjadi manusia yang senantiasa bersyukur🙂
      dasar meilin… seandainya dirimu mengenalku lebih dalam, niscaya kamu akan bisa merasakan kelemburtan hatiku [*lebay dikit boleh yah :D]

  2. Berkunjung ke blog mba’ takuma …. nice posting…

    “Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar-Ra’d [13]: 26)

    • terima kasih Pak Anton, selamat datang,
      ini hanya sekedar coretan, hasil dari pelajaran memandang sekeliling

      nice comment Pak…. menjadi sebuah alarm buat saya pribadi😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s