cinta monyeeeet

meskipun sambil mendengarkan alunan lagu samson ” kenangan terindah” yang melow abis, aku tidak ingin menulis kisah ini secara sedih. buatku kisah ini harus dinikmati secara bahagia, karena kita saat ini sudah bahagia dengan jalan kita masing-masing😀

tiba-tiba aku terinspirasi mengumpulkan kata-kata menjadi paragraf, yang bisa kunikmati sendiri ataupun berbagi dengan orang lain. Berawal dengan pembicaraan singkat dan tangkapan layar webcam, antara aku dan seseorang di sebrang sana, mengembalikan memory cerita masa lalu, hampir 9 tahun yang lalu, kisah cinta monyet dua anak manusia.

hasil penelusuran di wikipedia, tentang apa itu cinta monyet?

Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran, yang digunakan kepada seseorang yang kurang mencintai pasangannya.”

aku lebih setuju dengan kalimat yang pertama, masa remaja, masa suka, masa dimana tak berfikir ruwet, masa mencari tawa dan kebahagiaan.

perkenalan 9 tahun lalu, tahun 1996 (daku kelas 1 SMP), tak terduga ternyata bersambung menjadi sebuah kisah setelah bertemu kembali 3 tahun kemudian (daku dah SMU nih, boleh pacaran kata ibuku). meskipun terpisah jarak, namun berlanjut dengan terus berbagi cerita, bertukar kabar, berbagi pengalaman, berkirim surat, saling bincang melalui telp (masa dimana HP dan email masih belum sesubur sekarang). Buatku dia menjadi kakak terbaik, bagi ibuku dia sosok anak laki-laki yang diidamkan beliau untuk menjadi menantunya (ibuku terkadang memang terlalu terbuka terhadap apa yang dia inginkan).

semua berjalan masih dalam jalurnya, tak pernah terucap komitmen (istilah pacaran anak muda sekarang), hanya ucapan salam kangen atau sayang selalu di setiap akhir surat yang ditulis.

waktu berjalan 3 tahun, usia 17 sudah dilewati, diapun sudah menginjak usia 20 tahun. Pada masa ini kami tak lagi berkirim surat, karena HP sudah mengambil alih fungsi itu melalui teknologi bernama SMS. teknologi bernama emailpun sudah bisa dimanfaatkan, walaupun tidak maksimal.

komunikasi kami tak sesering dahulu, aku mulai sibuk dengan dunia baru, semester awal kuliahku. Diapun demikian, sibuk disemester akhir, dengan jadwal kegiatan praktikum yg berganti dengan magang di rumah sakit, untuk selangkah lagi menjadi seorang dokter.

Hari itu tanggal 5 April 2003, berkirim kabar melalui email (account email yg susah sekali diingat, hehehe daku yang bikinin).  Pesan balasan yang  singkat, padat, dan terkesan terburu-buru, disela-sela kesibukannya. Pesan yang diakhiri dengan kata penutup yang sangat manis dan indah, buatku pastinya, “Udah dulu ya aku mo balik ke rumah sakit entar kita lanjutkan lagi. Salam paling sayang buat calon istriku kalo kamu mau aku,dan salam paling manis kalo kamu mau jadi pacarku. Bila nda mau semua ya udahlah..”(seandainya kalimat ini diucapkan sekarang, aku pasti bisa jawab dengan mantab)

Pesan itu menjadi pesan terakhir melalui email, ada hal yang berbeda diantara kami, hal prinsip, yg tak mudah untuk dipersatukan, yang juga tak pernah terfikir sebelumnya, dan memang tak pernah terbahas secara serius.

ya udahlah..” seperti kalimat pesan terakhir, semua terus berjalan, sendiri-sendiri. Aku menikmati masa kuliahku, Dia sibuk dengan aktivitasnya kedokterannya. Ketika hampir memasuki semester akhir kuliahku, Dia berkabar telah menemukan seseorang sebagai calon pendamping. Waktu hampir saja akan mempertemukan kami di kota kembang Bandung, bertepatan dengan kabar gembira itu.

setelah kabar gembira itu,  tak pernah ada kabar lagi, seiring dengan HP-ku yang juga berpindah tangan, komplit bersama buku telp yg tak terback-up.

Sampai kelulusanku, dan kemudian aku bekerja disebuah kantor, yang menyediakan tunjangan pulsa unlimitted dan internet unlimitted. Pertengahan 2008, Banjarmasin, lambung mangkurat, kosakata yang mengingatkan kembali tentang sosok yg hilang. Akupun mulai mencari!!!

Google menjadi langkah awal, untuk mencari, berdasarkan nama lengkap, email, kampus, dll. Pertama, tercatat aktif di himpunan kemahasiswaan dikampusnya, Kedua, tercatat di Banjarmasin Post, sebagai daftar PNS dokter umum. Berkontak email dengan himpunan kemahasiswaan kampusnya, kemudian mencoba menelusuri kontak rumah-rumah sakit, hasilnya NIHIL !!

Sampai akhirnya akhir menuju awal 2009, Facebook membooming (cocok banget nich lagunya gigi). Suatu malam sepulang kantor, tiba-tiba terlintas namanya. Pencarian melalui Search Friends, aku menemukannya, dengan wajah yang tak jauh beda seperti dulu yang teringat dimemory kepalaku. Hasil akhirnya, I Found Him!!

Bertemu kembali dengan kondisi yang pastinya berbeda, dia sudah selangkah lebih maju, sudah lengkap dengan seorang pendamping. Sudah menikmati kesuksesannya, menjadi dokter idola satu-satunya yang  sedikit cerewet, tapi disayang pasiennya. “Iya degh, ganteng juga..” (klo ini pak dokternya yang ngomong)

cinta monyet

9 thoughts on “cinta monyeeeet

    • den mas.. makasih sudah menyempatkan membaca😉
      salah ngomong seng bagian mana mas?? nggak popo mas, bagaimanapun kalimat2mu sudah membatu aku untuk berfikir dan mencerna :))

    • hihihihihi… iyah dek inung.. “takkan lari gunung dikejar, klo jodoh, nggak tau pasti, lari atau ngak?!”😛
      makasih koreksinya, hehehe wes rodho ngantuk itu matanya waktu nulis, maklum sudah jam 1 dinihari😀

  1. Ooo…ternyata gitu toh ceritanya!
    Coba klo Pak dokter ganteng-nya deket, masih di Jkt juga, pasti udah disamperin sama Mbak Takum nih!
    Aku ga keberatan nemenin loh, numpang ngintip 2 insan bernostalgiaaaa… hahahaha….

    • hihihihi.. akhirnya mb Monic mampir juga.. (setelah diracuni)
      ya begitulah ceritanya Mb, Happy ending khan?
      Husssh nggak boleh ngintip😛

  2. Salam paling sayang buat calon istriku kalo kamu mau aku,dan salam paling manis kalo kamu mau jadi pacarku. Bila nda mau semua ya udahlah..”(seandainya kalimat ini diucapkan sekarang, aku pasti bisa jawab dengan mantab)

    yang bener nih dijawab dengan mantab?????;))
    melangkahlah kum, cinta monyet itu masa lalu, skr adek kakak aja deh wkwkwkw

    • yipppi tince… pastinya nggak hanya melangkah, tapi berlari ..😉
      makanya sedang menunggu siapa yang akan mengucapkan kalimat seperti itu kepadaku, pastinya dari orang yang berbeda (tapi dengan catatan, nggak boleh njiplak yah)
      *** ting..ting… lirik kiri kanan, mo nyebrang, takut ketabrak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s