sekolah yang rajin yah de’

“laskar pelangi” film dan buku-nya menggambarkan mimpi-mimpi sekelompok anak yang berada di daerah terpencil. tentang sekolah, tentang dunia pendidikan, mimpi untuk bisa sekolah.

kick andy, edisi minggu yang lalu juga menampilkan profile orang-orang yang pedulidengan dunia pendidikan. orang-orang hebat, bukan orang penting, bukan pejabat, bukan orang kaya, tapi mereka punya mimpi dan semangat untuk bisa mewujudkan mimpi anak-anak yang kurang mampu untuk bersekolah.

jadi ingat, dengan kejadian beberapa minggu yang lalu. waktu itu aku melintasi jalan cikini dari P.20, tepat dibawah jalan deket statiun cikini.

terlihat seorang anak sedang mengenakan seragam atasan putih, dan rok warna merah, sedang bersiap akan berangkat ke sekolah. sedang dibantu sang ibu, untuk mengucir rambutnya, agar terlihat lebih rapi. dari tatapan sang ibu, aku yakin, dalam setiap gerakan tangannya ada doa dan harapan buat sang anak.
agar si anak menjadi orang yang sukses, bisa bersekolah sampai setinggi mungkin.

ada yang aneh? tentunya tidak. tapi jika pemandangan di bersiap untuk berangkat di pinggir jalan, didepan gerobak ibunya. bukan sebuah gerobak jualan klo menurutku, bukan pula gerobak kosong yang akan digunakan sebagai jasa pengangkut. ada dua kemungkinan, mengapa sang anak harus bersiap untuk sekolah di pinggir sebuah jalanan;
1. mereka sebenarnya tak punya rumah, berganti pakaianpun harus dari sebuah toilet umum, di statiun terdekat
2. rumah mereka jauh, lagi pula si anak harus membantu ibunya terlebih dahulu, baru bersiap jika sudah waktunya.
apapun itu, aku yakin keluarga mereka adalah pejuang, yang setiap bagian hidupnya adalah nilai perjuangan yang berat.

dari dalam sebuah kursi dalam kopaja itu, aku terus memperhatikan apa yang mereka bicarakan. tapi aku tau, mereka menjalani segalanya sama seperti yang aku alami dulu, cerita antara ibu dan anak.
aarrrgghhh.. jadi ingat ibuku “love you mom”. alhamdulillah, aku dulu ketika berangkat sekolah TK-SD, masih bisa bersiap didepan sebuah cermin, diantar oleh bis sekolah fasilitas dari perusahaan tempat ayahku bekerja.
sudah seenak itu, dulu aku masih malas untuk sekolah, ke sekolah itu untuk bertemu teman, bermain dan jajan. huuuu sungguh tidak bersyukur.

semoga gadis kecil, dijalanan pagi itu, bukan seperti aku. semangatnya bersekolah, adalah semangat untuk belajar, menimba ilmu, agar pintar, merubah track perjalanan hidup keluarganya. semoga dia tetep bisa menjaga semangatnya untuk terus bersekolah. semoga ibunya juga memiliki semangat yang sama, agar tak berhenti sekolah karena biaya. “banyak jalan menuju roma”

jika kamu pinter, kesempatan sekolah gratis melalui beasiswa bisa terbuka buatmu. jangan kecewakan ibumu, yang telah merapikan rambutmu setiap pagi, setiap kamu disekolah, ingatlah bahwa disetiap helai rambutmu, ada doa ibumu.
sekolah yang rajin yah de’

2 thoughts on “sekolah yang rajin yah de’

  1. betul mbak….
    mengapa kesadaran saya datang belakangan pas udah kul ya????
    dulu ja, sekolah karena emang ya bgetulah jalannya… padahal sekolah itu pintu menuju masa depan yang cerah…😀
    seppp postingannya

  2. Assalamu’alaikum
    Mbak gk nyangka ternyata udah jadi penulis hebat nyaingin Dewi Lestari.he..he..he..
    Blog nyo jugo bagus nian. Ajarin Tata donk mbak gimana caranya bikin blog
    Mbak kapan ke Pontianak lagi?
    Wassalam
    Tata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s