Logika Vs Rasa

logika identik atas diri seorang pria
lalu rasa atas diri wanita
dan tentang sebuah kalimat yang tak bisa didefinisikan “CINTA”

seorang sahabat wanita, Rasa yang membuatnya menangis malam itu
setiap bulir air matanya, mencoba mencari dan mengeri yang terjadi dengan logika.
mencoba membuang rasa yang ada didalam hati-nya

dengan logikanya… pria diseberang sana mencoba menerka rasa,
ingin tau rasa dan mencerna sendiri apa yang dia rasakan

logikanya selama ini bisa saja mengabaikan rasanya
logikanya memisahkan kata sahabat, teman dekat atau apalah itu
dengan cintanya, obsesinya atau kekasihnya

logikanya membuat dia melakukan sesuatu yang menurutnya biasa saja
karena ia sadar,,,
kemampuan logikanya memilah dan mengkotak-kotakan
” it’s just friends…”

tapi rasa takkan mampu menangkap logika,,,
tak bisa ia menemukan perbedaan
tak mampu ia tersadar
hatinya larut, membentuk senyawa yang telah biasa kita sebut dengan CINTA, atau suka atau simpatik ???
entahlah,, ada harapan disana yang tumbuh
ada kebahagian dan ada mimpi

begitu mudah, tak butuh skenario dari logika
begitu cepat, tak butuh lama
hanya continuitas
tapi tak ada yng bisa tau
hanya sang pemilik yang tau
seberapa lama dan seberapa besar??

lalu siapakah yang salah, siapa yang seharusnya ?
yang jelas tak ada yang bersalah ataupun dipersalahkan karena…
adanya rasa, logika dan waktu itu yang ternyata membuat sebuah kata “CINTA” menjadi rumit dan tak bisa terdefinisikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s