keberanian dan kebahagiaan

“Rahasia kebahagian adalah kemerdekaan”
“Rahasia kemerdekaan adalah keberanian”

dua kalimat yang kutemukan hari ini, tanpa sengaja dari email seorang teman.
diam, mencerna menjabarkan dan menggangguk, untuk bilang iya.. bener

dan kesimpulan ” untuk kebahagian itu butuh keberanian”

saat bahagia ketika mulai bisa belajar untuk…
berani bilang ” tidak ” untuk sesuatu yang aku nggak suka
berani bilang “tidak” untuk sesuatu yang aku tidak mau
bahagia untuk aku, tapi gimana untuk orang lain..
orang yang meminta sesuatu yang kita miliki?
apakah dia akan bahagia juga?
untuk kata “tidak” yang aku bayarkan atas rasa kebahagiaanku

saat bahagia ketika aku…
berani untuk jujur atas apa yang aku rasakan
berani untuk melakukan sesuatu yang ingin aku lakukan
berani untuk ungkapkan apa yang aku rasakan, atas semua rasa kecuali “cinta”
tapi bagaimana orang yang menerima ungkapan jujur kita?
apakah dia bahagia?
mungkin iya, atau mungkin juga tidak..

lalu “keberanian” seperti apa?
keberanian yang dimana “berani” untuk kebagiaan semua orang?

dimuali dengan ” kebahagiaan”
bahagia untuk diri sendiri
bahagia untuk orang lain
bahagia untuk diri sendiri dan orang lain

bahagia untuk diri sendiri, maka “beranilah” untuk apa yang aku inginkan,, semuanya
bahagia untuk orang lain, maka”beranilah” untuk selalu menentang apa yang aku inginkan
bahagia untuk diri sendiri dan orang lain
maka beranilah untuk “berkomunikasi”
berani untuk mendengar , kemudian didengar
berani untuk mengungkapkan dan kemudian mendengarkan ungkapan
berani untuk menerima kenyataan pahit
berani untuk tidak mendapatkan apa yang diinginkan

kalimat yang kubuat kemudian kembali kurenungi lagi?
selama ini kebahagiaan seperti apa yang aku temui?
saat ini berani seperti apa aku ?

aku berada disebuah perjalanan, yang disana aku menemui, mengamati, merenungkan, mencerna dan memutuskan untuk melakukan “keberanian”

apakah aku sudah bahagia? yang pasti aku sedang menuju untuk sebuah kata “bahagia”
apakah aku sudah berani? yang pasti aku sedang belajar untuk menjadi “berani”
karena hidup adalah sebuah relativitas, yang tak pasti, dan selalu berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s