Arsip untuk puisi

azzam yang tak berkumandang

azzam.. bukan azan.. bukan penyeru..

ia tak bersuara
ia tak bertegur sapa
ia tak pernah jelas tampak tepat dihadapanku

tak pernah kudengar bibirnya bersuara
tapi ada yang kudengar dari ekspresi wajahnya
tak pernah suaranya bertegur sapa
tapi ada persahabatan dari tatap matanya
dari balik batas pandangan, ada keistimewaan itu

tak perlu ia bersuara
tak perlu ia bertegur sapa
tak perlu ia pergi dari dinding pembatas itu
aku akan mendengar dan mengenal dari senyapmu

Komentar (2)

Separuh Hati

separuh hatiku pergi… bersama dengan langkahku
yang memilih tuk melupakan semua tantangmu

separuh hatiku hilang… bersama dengan dirimu
yang tak lagi ada bersamaku

separuh hatiku jauh… bersama dengan langkahmu
yang semakin tinggi dan sulit tergapai

separuh hatiku lepas… bersama dengan cintamu
yang takkan mungkin untukku

separuh hatiklu kosong… bersama dengan cintaku
yang telah pupus untukmu

separuh hatiku hampa… bersama dalam penantian
seorang pencinta yang akan membuatnya kembali datang, menemukan, dekat, tertangkap, terisi dengan padat dengan “CINTA”

Tinggalkan sebuah Komentar

dia=aku

kesendirian itu miliknya hatinya hanya mencari tegur sapa
hatinya terdiam ketika tak ada suara

kesedihan itu miliknya
hatinya hanya mengering ketika
tiada jemari yang mengusap air mata

kelabihan itu miliknya
hatinya hanya memohon sebuuah pertolongan
dan hatinya terengah ketika
semua ternyata usai terselesaikan

kesulitan itu miliknya
hatinya hanya risau ingin berbagi
dan hatinya terjatuh ketika ia gundah sendiri

by trie utami, karmapala “the silent love”

kerinduan itu miliknya hatinya hanya mengggu kekasihnya datang
dan hatinya kecewa ketika
belahannya tak kunjung menjelang

kesepian itu miliknya hanya lirih memanggilnama kekasihnya
dan hatinya terpaku merana
menanti kehadiran rajanya yang tercinta

Tinggalkan sebuah Komentar

anGin riNDu tUk dia

bulan datang
angin membelai lembut
membelai lembut pori-pori

setiap belaiannya adalah tentangmu
begitu sejuk…
begitu lembut…

enatah tak terhitung lagi lagi belaianmu
menyentuh pori-poriku
sama tak terhitungnya tentang dirimu
yang merasuk dalam fikiranku…
hingga mataku terpejam
hingga ruhku terlepas dari jasad
hingga aku tak sadarkan diri
saat itulah aku sampai di dunia bernama mimpi

pintu itu telah terbuka
semua begitu indah, begitu sempurna
semua berpasangan
semua bahagia
sepasang merpati dan sepasang cincin
melingkar indah menghiasi jari manis


matahari datang
bulan telah pulang
hembusan angin tak lagi membawa tentangmu
ruhku telah kembali ke jasasdnya
tetap membawa memory akan dunia mimpi

sepasang merpati itu
sepasang icncin itu
ikut bersama ruh dan merasuk dalam
raga, rasa dan jiwa
itulah rindu…
itulah kangen…
sebuah rasa yang masih tersimpan dalam harapan akan cinta

angin membelai lembut
datang bersama butir-butir air yang jatuh
diiringi suara gemuruh langit
itulah hujan…

dan setiap hembusannya ada rsa rindu
setiap butir airnya ada rasa cinta
setipa gemuruhnya ada sebuah berita

dirimu yang disana…
itulah berita rinduku atas cintaku
yang masih untukmu

Hati tak bisa berbohong, Desember 2007

Tinggalkan sebuah Komentar

semua punya salah

manusia punya salah..

ikan punya salah nggak ya?
waktu berenang ke tempat yang salah

nyamuk pernah punya salah nggak ya?
salah milih objek gigitan, kemudian harus mati
karena hentakan telapak tangan manusia

tumbuhan mengeluarkan buah yang masam
itu sebuah kesalahan atau bukan?

bunga yang akhirnya enggan untuk berbunga
itu sebuah kesalahan atau bukan?

aku yakin semua mahkluk didunia ini punya salah
seorangĀ  nabipun pernah punya salah
karena kita memang tidak sempurna
dari sebuah penciptaan yang sempurna
karena hanya ada SATU kesempurnaan

[26 september 2007 saat aku merasa sedih dan mejadi orang yang paling salah]

Komentar (1)

rasa jiwa

jika aku adalah matahari, aku harus terus memberi sinarku untuk menerangi siang
jika aku adalah bulan, akupun harus terus menyinari malam

tapi aku hanyalah manusia
hatiku adalah segumpal danging
sesungguhnya sebuah jiwa tidak akan pernah kering ketika ia terus memberi

tapi aku,
terlalu banyak menumpuk harapan
terlalu banyak membangun impian
saat harapan dan mimpi itu hancur, karena apa yang diberikan

saat itu lah jiwa terasa kering
sungguh aku belum menjdi seorang pecinta, yang memberi karena cinta

tapi akulah manusia
hatiku adalah tempat berkumpulnya segala rasa
sesungguhnya jiwa yang kering itupun mendambakan untuk disirami dengan cinta

tapi..
akulah juga manusia yang juga ingin menerima
akulah juga manusia yang selalu punya harapan dan cinta

karena jiwaku adalah rasa manusia

Komentar (1)