Antri Taxi dan Cinta
cinta itu seperti menunggu taxi.
terlihat pasti namuan tak bisa diprediksi, bisa cepat atau lambat.
Dengan teguh hati menentukan brand ‘si biru’ atau ‘si putih’ yg ternama dan terpercaya *sebagian besar orang
Pertimbangannya keamanan dan kenyamanan
Namun kemudian,
lelah berdiri dan semakin larut
dan lama waktu menunggu akan mampu menggoyahkan pilihan
‘si hijau’, ‘si biru tua’ atau ‘si kuning’
terkadang tak sebersih dan sewangi pilihan sebelumnya
Jika keberuntungan berpihak, menemukan kualitas dan pelayanan g sama dengan pilihan sebelumnya
Terserah calon penumpang,
ingin segera sampai tujuan atau menunda
Artinya tetap pada pilihan dan menunggu…
Suatu malam, Ketika tubuh lelah
Antrianpanjang, Hari semakin larut
Memutuskan tidak memilih
Hanya ingin segera sampai dan beristirahat
Bersabar dan menunggu
‘Siputih’ tampak didepan mata
Mendekat dan menunggu untuk digenggam
dan… Orang lain dengan sigap
Memaksa dengan diam, dengan raut tak bersalah
Mengenggam, mendapatkannya dan kemudian pergi
Merelakan dengan ikhlas
Atau mengutuki diri yg tidak berbuat apa-apa untuk melawan?
Tetap tersenyum, menikmati antrian
Sesekali lihat kebelakang untuk bisa bersyukur
Kemudian lihat kedepan rasakan kebahagiaan
Tangan yang telah menggenggam
Belum tentu sama yang menggandeng untuk berjalan bersama
Ada tangan lain ‘TAKDIR’ yang menentukan
Bagaimana kita menyambutnya, itu pilihan
Lebih indah jika tersenyum, berfikir positif, dan bersyukur
#antara analogi dan galau#inspirasi kisah nyata pada malam 22 Desember 2012#
Posted with WordPress for BlackBerry.
tinggalkan komentar