Arsip untuk Desember, 2008

ditinggalkan atau meninggalkan ?

pernah merasa ditinggalkan ?
atau malah menjadi subjek yang meninggalkan
aku pernah menjadi orang yang tidak ditinggalkan
namun aku memilih untuk meninggalkan

sekarang aku menjadi objek yang merasa ditinggalkan
hingga akhirnya untuk yang kedua kali aku harus mengulang untuk belajar lagi meninggalkan

sebalum aku benar-benar menjadi orang yang ditinggalkan,
aku telah belajar dan siap untuk terlebih dahulu meninggalkan

karena aku takut untuk ditinggalkan
aku yang menyimpan semua hal dan kenangan
aku yang menyimpan harapan dan mimpi
aku yang membangun kata, kalimat dan cerita
aku yang membangun jalan menuju ke impian

takkan sanggup aku jika harus dihadapkan kenyataan bahwa aku berada disana sendiri
sendiri ketika aku sudah berada pada titik awal, dan telah melangkah
aku takkan sanggup tegar untuk bisa menghancurkan apa yang aku simpan dan aku bangun
karena aku telah berada didalamnya

akan lebih mudah bagiku, untuk menghancurkannnya sebelum aku masuk kedalamnya
itulah kenapa aku kini harus siap untuk meninggalkan kembali
sebelum aku benar-benar ditinggalkan.

aku wanita, perempuan yang lebih rapuh akan rasa
biarkan kau yang belajar bagaimana meyembuhkan goresan luka, sebelum luka itu menjadi parah dan bernanah

Komentar (1)

kecewa by BCL

Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S’kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah
S’luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu…

Kuingin marah melampiaskan
Tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini
S’perti seharian berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang

Hampa kesal dan amarah
S’luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu…

Kuingin marah melampiaskan
Tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa…

Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu…

Kuingin marah melampiaskan
Tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa…

Komentar (5)

tak cukup hanya cinta

tulisan ini khusus ditujukan untuk seoarang sahabat yang mungkin saat inisedang terjebak dalam “CINTA”
lebih dari sekedar jatuh cinta, tapi gimana mereka bisa menikmati cinta.

“tak cukup hanya cinta”, faktanya adalah harus diketahui bahwa

BOHONG : yang kita butuhkan hanya cinta
BENAR : cinta saja tidak cukup untuk membuat sebuah hubungan berhasil, cinta itu bersifat kondisional

BOHONG : kita berbicara sepanjang waktu, pasangan kita tidak mau mendengarkan
BENAR : komunikasi yang baik lebih dibutuhkan dari pada sebuah pidato yang jujur

BOHONG : manusia tidak benar-benar berubah
BENAR : perubahan selalu mungkin, dan sedikit perubahan membuat hasil yang besar

[tak cukup hanya cinta, john w jacob MD, 2004]

ketika cinta itu melibatkan dua sisi manusia yang berbeda, disitulah cinta itu harus saling
disitulah dimana mereka akan saling belajar untuk berkomunikasi
mereka belajar untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing

mereka belajar bagaimana mereka belajar untuk saling mengingatkan, memberi dan menerima

dalam sebuah hubungan, akan selalu ada masalah, tapi bukan mengapa cinta itu berubah ? atau mengepa cinta itu hilang

tapi bagaimana kita untuk bisa terus menjaga, merawat, dan memupuknya agar ia bisa tetap tumbuh.

buat seseorang yang hatinya tengah gundah karena cinta, yang ragu untuk langkah selanjutnya, semoga kata-kata diatas bisa membantu untuk menentukan kemana hatimu akan melangkah selanjutnya

pada dasarnya cinta itu adalah kebahagiaan, tapi ketika ia hanya bisa meneteskan air mata, apakah kemudian bisa disebut “cinta”
tanyakan pada hati kecilmu? siapa yang membuatmu menangis?
cinta, cintanya atau cintamu?

makasih yah… karena kalian berdua akau jadi ikut belajar :D sebagai profesor yang masih belum melakukan penelitian, jika kalian kembali menjadi pasangan yang bahagia, berarti teori ini benar :D

Komentar (3)