Arsip untuk Desember, 2007

ibu#2 “??ibu??”

seorang yang dengan keringatnya kita di besarkan
dengan air matanya kita diingatkan
dengan darah dan nyawanya kita di lahirkan
dengan amarahnya kita di sayangi
dengan kata-katanya kita di tunjukan
dengan tangannya kita di kuatkan

tak akan berubah
tak akan pernah habis
tak akan pernah kering
tak akan pernah luntur
dan selamanya tak akan hilang

cintanya tak perlu bukti
sayangnya tak terlihat
ketulusannya tak terbalaskan

kini…
aku telah bisadengan keringatku akan kujaga
dengan air mataku akan kudoakan
dengan darah dan air mata itu yang mungkinta akan semua tergantikan

dengan keringatku aku sibuk dengan hidupku sendiiri
air mataku untuk duka masalahku sendiri
dengan amarahku aku selalu menuntut
dengan kata-kataku aku membatah semua ucapanmu
dengan tanganku aku menguatkan banyak orang lain namun belum sanggup untuk menguatkanmu

……..be continued……

Tinggalkan sebuah Komentar

dia=aku

kesendirian itu miliknya hatinya hanya mencari tegur sapa
hatinya terdiam ketika tak ada suara

kesedihan itu miliknya
hatinya hanya mengering ketika
tiada jemari yang mengusap air mata

kelabihan itu miliknya
hatinya hanya memohon sebuuah pertolongan
dan hatinya terengah ketika
semua ternyata usai terselesaikan

kesulitan itu miliknya
hatinya hanya risau ingin berbagi
dan hatinya terjatuh ketika ia gundah sendiri

by trie utami, karmapala “the silent love”

kerinduan itu miliknya hatinya hanya mengggu kekasihnya datang
dan hatinya kecewa ketika
belahannya tak kunjung menjelang

kesepian itu miliknya hanya lirih memanggilnama kekasihnya
dan hatinya terpaku merana
menanti kehadiran rajanya yang tercinta

Tinggalkan sebuah Komentar

doa Pecinta [trie utami]

ENGKAU yang memberikan cinta yang tiada habis walau dalam kepedihan
ENGKAU memberikan kasih sayang yang tiada usur walau dalam penantian
ENGKAU memberikan yang tiada mampu aku lakukan
… mencintainya dalam nestapa dan remuk redam…

ENGKAU menitipkan cinta kepadaku
dan kini aku titipkan kembali kepadaMU
agar ENGKAU berikan lagi cinta kepadaku yang terpelihara
dan yang tiada mampu aku lakukan

Tanggapan (1)

karmapala “The silent Love”

ia tiada pernah mencintaimu
tapi ia cinta kepadamu

ia tiada pernah menunggumu
tapi ia menanti kedatanganmu

ia tiada pernah menyayangimu
tapi ia sayang kepadamu
ia tiada pernah memilikimu
tapi ia adalah milikmu

ia adalah aku dan mu adalah dirimu

 

[nyanyian hati trie utami sama seperti nyanyian hatiku]

Tinggalkan sebuah Komentar

simple but..

“Salam paling sayang buat calon istriku kalo kamu mau aku,dan salam paling manis kalo kamu mau jadi pacarku. Bila nda mau semua ya udahlah.”

april 2003

aku masih kuliah sebagai mahasiswa yang memasuki semester 2, di sebuah sekolah tinggi di Bandung

Tanggapan (1)

anGin riNDu tUk dia

bulan datang
angin membelai lembut
membelai lembut pori-pori

setiap belaiannya adalah tentangmu
begitu sejuk…
begitu lembut…

enatah tak terhitung lagi lagi belaianmu
menyentuh pori-poriku
sama tak terhitungnya tentang dirimu
yang merasuk dalam fikiranku…
hingga mataku terpejam
hingga ruhku terlepas dari jasad
hingga aku tak sadarkan diri
saat itulah aku sampai di dunia bernama mimpi

pintu itu telah terbuka
semua begitu indah, begitu sempurna
semua berpasangan
semua bahagia
sepasang merpati dan sepasang cincin
melingkar indah menghiasi jari manis


matahari datang
bulan telah pulang
hembusan angin tak lagi membawa tentangmu
ruhku telah kembali ke jasasdnya
tetap membawa memory akan dunia mimpi

sepasang merpati itu
sepasang icncin itu
ikut bersama ruh dan merasuk dalam
raga, rasa dan jiwa
itulah rindu…
itulah kangen…
sebuah rasa yang masih tersimpan dalam harapan akan cinta

angin membelai lembut
datang bersama butir-butir air yang jatuh
diiringi suara gemuruh langit
itulah hujan…

dan setiap hembusannya ada rsa rindu
setiap butir airnya ada rasa cinta
setipa gemuruhnya ada sebuah berita

dirimu yang disana…
itulah berita rinduku atas cintaku
yang masih untukmu

Hati tak bisa berbohong, Desember 2007

Tinggalkan sebuah Komentar

ibu #1 “Wanita dan Aku”

untuk seorang wanita yang saat ini di seberang sana
sedang dalam keterpurukan dan keseendirian
seorang wanita yang kehilangan makna cinta
seorang wanita yang tak lagi punya makna
seorang wanita yang tak lagi merasa bahagia
yang masih mencari arah untuknya bisa melangkah lagi

wanita itu dulu tegar
wanita itu dulu kuat
wanita itu dulu mandiri
wanita itu dulu tangguh

wanita itu rapuh karena cinta
wanita itu lemah kareena penghianatan
wanita itu kini butuh tempat bergantung
wanita itu kini butuh tiang penopang

bagamana wanita itu rapuh karena cinta?
sementara dia lah pemilik dan pemberi cinta
yang paling tulus di dunia ini
bagaimana wanita itulemah karena sebuah penghianatan?
sementara dialah yang selalu belajar mencintai kemudian di tinggalkan

dengan cintanyalah seharusnya ddia bergantung
dadn cintanyalah juga penopang terkuat
untuk ia akan tetap tegar, tetap kuat, tetap mandiri,dan tetap tangguh

wanita itu adalah ibu
dan cintanyalah itu adalah aku

…..

tak pernah makna cinta itu hilang itu aku
tak mungkin tak bermakna, karena akulah makna keberadaanmu
tak merasa berharga
akulah harga itu yang telah kau bayarkan dalam semua perjalanan hidupmu selama ini
akulah arahmu itu dan melangkah bersamaku

aku anakmu… ibuku

 

Tinggalkan sebuah Komentar