Arsip untuk Agustus, 2007

rasa jiwa

jika aku adalah matahari, aku harus terus memberi sinarku untuk menerangi siang
jika aku adalah bulan, akupun harus terus menyinari malam

tapi aku hanyalah manusia
hatiku adalah segumpal danging
sesungguhnya sebuah jiwa tidak akan pernah kering ketika ia terus memberi

tapi aku,
terlalu banyak menumpuk harapan
terlalu banyak membangun impian
saat harapan dan mimpi itu hancur, karena apa yang diberikan

saat itu lah jiwa terasa kering
sungguh aku belum menjdi seorang pecinta, yang memberi karena cinta

tapi akulah manusia
hatiku adalah tempat berkumpulnya segala rasa
sesungguhnya jiwa yang kering itupun mendambakan untuk disirami dengan cinta

tapi..
akulah juga manusia yang juga ingin menerima
akulah juga manusia yang selalu punya harapan dan cinta

karena jiwaku adalah rasa manusia

Komentar (1)

oh indonesia 62 tahun

oh indonesia..
sungguh kaya, andai aku bisa berbuat banyak??
apa yang bisa kulakukan, hal paling keci yaitu memperbaiki diri sendiri
dan sungguh pada dasar negara itu telah tercantum, nilai-nilai pribadi yang sangat utuh dan kokoh:

ketuhanan yang maha esa
adalah bagaimana aku dihadapan tuhanku, bagaimana diriku mencoba belajar memaknai sebuah kata pengabdian dan penyembahan terhadap Sang Maha pencipta.
hakikat hidup, tujuan yang kita pilih mengacu kembali pada penciptaan, untuk apa kita diciptakan?
bahwa manusia dihadapan tuhan, yang membedakan adalah ketaqwaannya.
ketaqwaan untuk menjalankan segala perinta dan menjauhi segala laranganNya.
sungguh kah aku telah hidup dengan ketaqwaan itu?

Kemanusiaan yang adil dan beradab
adalah bagaimana diriku memaknai keberadaan orang lain di dalam diriku?
bagaimana aku bisa memberikan penghargaan tertinggi, pada mereka.
bagaiman aku memperlakukan mereka.
bagaimana pun setiap orang yang pernah aku temui adalah sesungguhnya sangat berperan dalam hidupku.

persatuan indonesia
adalah bagaiman aku menghargai adanya perbedaan. bahwa sesungguhnya tuhan menciptakan kita dengan segala kekuasaannya, semua inipun tak ada yang sama.
tak ada yang lebih baik dari yang lain, yang lebih adalah terkadang penilaian kita terhadap segala sesuatu.

kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
kebenaran adalah relatif, tak ada yang sungguh-sungguh paling banardi dunia ini selain kebenaran tentang tuhan (menurut keyakinanku adalah islam)
kebenaran adalah apa yang bisa di terima oleh banyak orang, oleh karenannya, setiap hal harus senantiasa melibatkan orang banyak untuk kepentingan orang banyak.
“tidak semua apa yang korang lain fikir itu benar,adalah benar pula untuk orang lain”

keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
semua rakyat adalah manusia. yang setiap dari mereka diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
dengan hak dan kewajiban yang sama, maka sesungguhnya kita adalah sesama manusia.
lalu mengapa harus ada pembedaan?

sebuah pemaknaan yang masih sangat sederhana dari seorang diri manusia biasa, yang juga masih sedang merenung dan mencari semua yang berarti dalam hidup

[ditulis12 Agustus, kala jiwa merasa kering]

Komentar (1)

let’s follow the flow

adalah bermakna waktu.
waktu yang akan membuktikan, bukan salah!!
kita yang akan membuktikan akan setiap waktu yang berlalu.
manuasia hanya bisa menentukan tujuan dan mimpinya, tapi hanya tuhan yang bisa mewujudkantujuan dan mimpi itu.
waktunya kapan adalah sepenuhnya hak tuhan.
tapi waktusekarang jugalah yang menentukan waktu nanti yang akan datang.

kata “judul” dari serang teman.

sebuah makana kepasrahan.
bukan sebuah kepasrahan tanpa melihat, tanpa berharap dan tanpa tujuan.

Tinggalkan sebuah Komentar

find new page

menemukan dan memulai sebuah lembaran baru
adalah dengan menyelesaikan lembaran sebelumnya
mengakhiri dengan sebuah tanda titik.
agar tak akan menjadi sebuah bayangan tulisan dan gambaran dalam lembaran baru.

dulu aku berfikirbiarlah waktuyang menunjukan ,
biar dia tau sendiri tentang rasaku, seiring dengan berjalannya waktu
kemudian aku berfikir kembali.
bahwa aku butuh sebuah kesempatan yang tepat untuk aku mengatakan rasaku
dan detik ini aku memutuskan bahwa aku yang harus membuat kesempatan yang tepat itu

saat ini, akan kumulai lembaran baru, dengan sebuah titik dihalaman sebelumnya.

Tinggalkan sebuah Komentar

satu detik

jam pasir

 

pernah terfikir tentang satu detik yang pernah kita lalui?
pernah terlintas untuk mencoba merancang fikiran untuk kembali ke masa lalu?
tentang satu detik, yang seharusnya tidak merupakan satu detik itu
aku mencoba untuk itu..

Tinggalkan sebuah Komentar

rasa

tentang sebuah rasa…
aku masih susah mendefinisikannya
hasil dari penagkapan indera mata dan hatimenghasilkan rasa benci, suka sedih, gembira, sebel dan jatuh cinta
saam juga hidung, teling, mulut
lidah, rasa manis, asin, pahat, dan asam
sesuatu yang dalam tapi sederhana

hidup adalah dimana kita menjalani rasa
rasa ingin hidup, bukan mati

pertanyaannya pernah atau kapankan aku pernah tidak menggunakan rasa
rasa bukan bukan logika

Tinggalkan sebuah Komentar

chrisye “sebuah memoar musikal” [..inspirating]

om chrisye

 

sebuah buku yang indah, dan menginspirasi.
sebelumnya makasih banget buat temen-temen ku yang udah ngasi kado buku ini (awis, m’ mumun, m’ titin) di hari ulang tahunku yang ke-23.

buku yang berbicara tentang “rasa” seorang legendaris seperti chrisye. tentang kesungguhan dan perhargaan terhadap orang lain.

kita ada bukan karena kita, tapi karena mereka yang ada di sekeliling mereka. chrisye menyadari betul hal tersebuut, tanpa pencipta lagu, arr seperti erwin gutawa, sahabat-sahabat seperti keenan nasution, guruh soekarno putra, andri subono, dan masih banyak lagi.

tapi sungguh-sungguh seorang chrisye menjalankan segalanya dengan sebuah kata yaitu “rasa”. seperti yang di ungkapkan:

“tak perlu membebani diri dengan memperhitungkan tujuan, target, dan pencapaian. yang penting dalam proses yang kita geluti, kita menyertakan cinta yang besar dan tanggung jawab”

itulah seorang chrisye yang mengikuti kata hatinya;

“dalam diri saya, seni seperti gelombang yang bergulung membabi buta. dan jiwa saya adalah perahu yang pasrah dan percaya kemana gelombang itu membawa”

yang dalam langkahnya;

“sangat penting menjaga prinsip dan kata hati untuk menentukan langkah. dan jauh lebih penting untuk jujur dalam menjalankannya”

sosok yang sungguh menyimpan banyak misteri yang mengagumkan. sosok yang takkan tergantikan.

suaramu, membuat lirik itu hidup dan bermakna.

 

Komentar (3)