Mrs Mistakes Vs Mr Perfect Eps Bersyukur

Siang hari ini Mimi berjanji akan menelpon Mipe. Mimi berjanji mencarikan informasi Headset bloetooth diskon yang kemaren mereka baca diinternet.

Mimi: “sudah ditelp ibu sisinya, kata beliau headset bloetoothnya sudah out of stock”

Mipe: “wuih”

“tuuuuch khan situ sih?! coba ditelpnya kemaren”

Mimi Mengerutkan kening dan bergumam dalam hati, perasaan ngasih taunya juga baru sore. salah siapa coba kalo begitu, dasaaaar!!!!

Mimi sudah tau hal ini akan selalu terjadi seperti biasanya, tapi hari ini tak ada hasrat untuk berdebat.  Mimi lebih memilih fokus menagih imbalan es krim akan diberikan Mipe.

Mimi: “iya.. maaf”

“udah yah, aku dah memenuhi janjiku yang kemaren”

“tinggal eskrimnya nich yang belum??”

Mimi dah bisa menebak reaksi Mipe yang nggak akan dengan mudah mengabulkan permintaannya.

Mipe: “wuuuihh”

“headsetnya aja nggak jadi dapet, udah nelpnya telat”

Mimi: “huuuuuuh, tapi???”

Sebelum berhasil menyelesaikan dan mengeluarkan kata bujuk rayu, Mipe biasanya akan memilih untuk mengalihkan pembicaraan. Mipe mengingat tentang DVD Player yang beberapa bulan lalu ia beli untuk temannya.

Mipe: ” eh, kemaren beli DVD berapa yah?”

Mimi disorientasi terhadap es krim yang ia ingin perjuangkan, langsung larut dalam topik pembicaraan baru (dan ini sekali lagi, sudah biasa terjadi).

Mimi: “700 ribu”

Mipe: ” bukannya 500 ribu yah?!”

Mimi: ” sembarangan, mana boleh harga segitu yang second kali yah?!”

“mo beliin buat temennya lagi ya?”

Mipe: “bah”

Entah kenapa akhir-akhir ini Mipe bergaya seperti orang medan, sering pake kata “bah”, pingin terlihat lebih galak kayaknya. Mimi hanya membathin dalam hati.

Mimi: “klo mo ngasih kado aku jangan DVD, aku pingin kulkas aja”

Mipe: “oh nggak mau DVD yah?”
“Klo begitu nggak usah dikasih aah”
“nggak mensyukuri rejeki”

walaupun ini sebuah bercandaan, tapi Mipe selalu bisa menang membuat situasi yang membuat Mimi merasa salah lagi, lagi, dan lagi. huuuuuuh! lanjutkan!!

Mimi: ” ya udah DVD nggak papa, tapi kulkasnya dulu gimana?”

Mipe: “nggak ah, nggak dikasih apa-apa, orangnya serakah”

“dikasih yang satu, malah mau yang macam-macam”

hehehehe.. Mimi Jadi sedikit malu walaupun ditambah rasa sedikit kesal. Padahal itu barang-barang yang diomogin adalah fiktif belaka.

Mimi: “salah lagi, salah lagi…”

Mimi tau diseberang sana Mipe bersemangat sekali untuk melanjutkan peperangan. Mipe berhasil membuat Mimi melupakan es krimnya.

Mipe: ” gak pernah denger yah emangnya”
“orang yang mensyukuri nikmat itu, bakal ditambah nikmatnya”

“klo orang yang kufur nikmat, bakal kena azab”

Kalimat yang dikatakan Mipe ini tidak layak untuk dibantah, karena memang benar.

Mimi: “iyah”
“ya udah mau ngasih apa? apa aja diterima deh”

“aku mau belajar jadi orang yang bersyukur”

Mipe: “udah lewat”

“ya sudah bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang”

“bersyukur kok, tapinya malah pingin ini itu”

Seketika Mimi punya ide untuk membalas kata-kata Mipe.

Mimi: ” nggak pernah denger ya emangnya?”

“klo punya niat baik itu harus segera dilakasanakan”

“jadi klo punya niat untuk memberi sesuatu, jangan ditunda, apalagi sampai batal”

Tepat sesuai dugaan Mimi, Mipe selalu punya jawaban yang tidak terduga, kali ini Mipe membuat Mimi berteriak gemaaas.

Mipe: “iya, saya punya niat baik untuk menasehati”

“makanya langsung diomongin khan?!”

Mimi: “Mipeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!”

“oh begitu yah, terima kasih”

“kamu memang pria baik hati”

“aku bersyukur punya teman sebaik kamu”

Mipe : “nah itu bagus” sambil tertawa puas disebrang sana

Mimi: “puaaaassss!!! puaaaassss!!!”

Tinggalkan sebuah Komentar

Mrs Mistakes Vs Mr Perfect Eps Coklat

Mimi duduk didepan laptop online-nya, membaca berita, membaca status, atau sekadar menyapa teman-teman via chatting, dan salah satunya adalah Mipe diseberang sana.

Suasana sore itu dingin, segelas coklat hangat akan membuat perasaan Mimi semakin bersemangat. Mimi bergegas menuju dapur, memadukan coklat bubuk dengan seduhan air hangat.

sambil menghirup dan menikmati coklat hangatnya, Mimi kembali larut dalam jendela chattingnya bersama mipe.

Mimi: “coklat hangatnya… yummmy” sambil senyum-senyum, bahagia bisa membuat Mipe iri diseberang sana.

Mipe: “bah”

“minum tuh ya air putih”

gubraaaak, seperti biasa. Mipe selalu punya tanggapan yang tak terduga oleh Mimi, yang seketika langsung merasa kalah.

Mimi: “Jadi salah nih minum coklat?!!” sengaja mengalah untuk menang di komentar berikutnya. kali ini Mimi bertekad tidak boleh kalah argumen dari Mipe.

Mipe: “lho.. siapa yang bilang salah??”

“cuma mo bilang, minum air putih itu sehat”

ditambahkan icon melet, Mimi bisa merasakan misi Mipe yang ingin membuat Mimi kalah dan merasa bersalah, seperti biasanya. Tapi perang harus berlanjut, tidak seperti yang lalu. Semangat Mimi dengan senyum optimis.

Mimi: ” iya degh siap, coklat hangatnya segelas, nanti air putihnya segentong”

Mipe: ” berlebihan itu tidak baik”

Mimi: “iya, bener… duuuh emang pinter banget sih!”

Mipe: “gak usah memuji, dari sananya memang sudah begitu..”

aaaarrrggggh Mimi berfikir keras, mematahkan kemenangan Mipe. sambil membayangkan wajah Mipe diujung sana yang tersenyum manis dan puas.

Mimi: “iya degh percaya”

Mipe: “nggak boleh percaya begitu aja, nanti klo ketipu gimana??!!”

gubraaaaaaaaaaak… !@#!@#!!@

Tanggapan (4)

Mrs Mistakes Vs Mr Perfect Eps Macet

Malam itu menunjukkan pukul 09:10 WIB, Mimi dan Mipe akan bersiap untuk pulang. Masih ada sisa butiran hujan yang biasa disebut gerimis. Hujan akan selalu menyisakan kemacetan di Jakarta yang tercinta ini. Mimi dan Mipe tak punya pilihan, tidak mungkin pulang lebih malam lagi hanya untuk menunggu jalan lengang.

diatas motor sambil menunjukan kartu parkir, terlihat jalanan yang ramai.

Mipe: “kenapa yah klo abis hujan jalanan macet?”

Mimi: “karena semua orang punya pemikiran yang sama seperti kita, akan jalan setelah hujan berhenti”

Mipe: “masak sih, tapi tadi pas hujan juga macet”

jawaban yang seketika mematahkan argument Mimi.

Mimi: “iyaaaa… sih!!??” pasang senyum nyengir komplit dengan muka bego’.

Mipe: “hahaha… jawabannya itu loch, mematahkan kalimat yang sebelumnya”

Mimi yang dibelakang, meskipun tak bisa melihat muka Mipe, dia bisa merasakan sekali lagi kemenangan Mipe.

Mimi: “iyaa…” muka merengut pingin nonjok.

Tanggapan (2)

Mrs Mistakes Vs Mr Perfect Eps Hokkben

Mipe: “makan dulu ah, masih hujan”

Mimi: “ya udah, ayoo!”

ternyata hujan membuat banyak orang punya fikiran yang sama dengan Mimi dan Mipe, menunggu hujan sambil makan malam.

Mimi: “paket hemat 10rb yaa?”

Mipe: muka serius pura-pura berfikir. “hmmmm”

sepakat Mimi dan Mipe pesan paket hemat, tapi mas pelayan mematahkan semangat mereka untuk memesan paket hemat atu paket yang lain, karena harus menunggu 15-20 menit, paket egg roll isi 6, tanpa nasi untuk Mimi.

Mipe: “nggak pake nasi?”

Mimi: “I’m on diet” sambil senyum meyakinkan.

Mipe dengan tatapannya yang aneh, cuma geleng-geleng kepala. Mimi dah hapal dengan tatapan itu, tatapan yang menjatuhkan, apapun alasan yang akan dikatakan Mimi.

semua meja hampir penuh, beberapa bertuliskan “reserved” , aku menunjuk satu meja kosong disisi pojok.

Mimi: sambil membenarkan kursi. “sini saja ya!”

Mipe: “iyah” setelah ia duduk, ia baru sadar klo tepat dibelakangnya adalah AC portable ruangan yang besar, spontan ia langsung protes.

“dingin tauu!!!” sambil menjauhkan kursinya dari benda besar itu

“siapa sih yang milih duduk sini?!” sambil menatap lengkap dengan senyum sindirannya menunggu pengakuan bersalah dari Mimi

Mimi: “aku, puaaaasss!!!” sambil nyengir kuda.

Tanggapan (2)

Mrs Mistakes Vs Mr Perfect Eps Nonton

Sore itu hujan masih turun rintik, ketika Mimi dan Mipe memutuskan untuk nonton. Jalananpun masih basah akibat  guyuran hujan deras pukul 15:00 tadi, tapi ini bukan masalah, dengan payung dan cukup berjalan kaki, kami sudah sampai ke tujuan.

Durasi pertunjukan selama 2,5 jam,  suasana setelah hujan, ditambah AC gedung membuat Mimi yang lupa membawa jaket merasa begitu kedinginan. Suasana dingin seperti itu memicu hasrat Mimi untuk menuju toilet terdekat, segera seusai pertunjukan.  Tapi terlalu sayang untuk menuju pintu exit sebelum pertunjukan benar-benar usai, alhasil antrian toilet tak mungkin untuk ditoleransi lagi.

Mimi: ” ayooo cepet! ketoilet sana aja”.

Mipe: “aku juga mo pipis dulu”

Mimi: “udah sana aja, rame disitu!”

Mipe: “klo cowok khan cepet!”

Mimi: “aaaah, udah buruan ayooo! sana aja”

akhirnya berjalan cepat menuju alternatif toilet yang sebenarnya Mimi dan Mipe nggak yakin dimana adanya. Sambil dijalan  dalam irama jalan cepat, sambil berdebat dimana posisi toilet alternatif yang dituju.

Mipe: “kenapa tadi nggak keluar dari awal?”

Mimi: “filmnya terlalu bagus untuk dilewatkan” sambil nyengir nahan pipis.

Mipe: “terus salah siapa klo begitu?”

Mimi: “salah toiletnya, kok cuma dikit” tetep nyengir dengan nada ngeles.

 

Tinggalkan sebuah Komentar

Mrs Mistakes Vs Mr Perfect

Sebut saja Mimi, orang menilai dan melihatnya sebagai wanita tomboy yang berkarakter cuek, apa adanya, dan Mipe seorang pria yang lebih cenderung pendiam, tapi terkadang aneh dan sedikit punya pemikiran unik.
mereka berdua kita sebut sahabat.

Entah kapan mereka mulai bersahabat, saling berkomunikasi, berdiskusi banyak hal, saling terbuka dan selalu menjadi diri mereka sendiri. pokoknya asik aja degh!!

Mimi sebagai Mrs Mistakes dan Mipe sebagai Mr Perfect, sebutan itu baru mereka temukan beberapa hari yang lalu, seusai menonton film. Bagaimana awalnya, dan bagaimana seterusnya ikuti ceritanya yaaaa :D

Tinggalkan sebuah Komentar

cinta monyeeeet

meskipun sambil mendengarkan alunan lagu samson ” kenangan terindah” yang melow abis, aku tidak ingin menulis kisah ini secara sedih. buatku kisah ini harus dinikmati secara bahagia, karena kita saat ini sudah bahagia dengan jalan kita masing-masing :D

tiba-tiba aku terinspirasi mengumpulkan kata-kata menjadi paragraf, yang bisa kunikmati sendiri ataupun berbagi dengan orang lain. Berawal dengan pembicaraan singkat dan tangkapan layar webcam, antara aku dan seseorang di sebrang sana, mengembalikan memory cerita masa lalu, hampir 9 tahun yang lalu, kisah cinta monyet dua anak manusia.

hasil penelusuran di wikipedia, tentang apa itu cinta monyet?

Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran, yang digunakan kepada seseorang yang kurang mencintai pasangannya.”

aku lebih setuju dengan kalimat yang pertama, masa remaja, masa suka, masa dimana tak berfikir ruwet, masa mencari tawa dan kebahagiaan.

perkenalan 9 tahun lalu, tahun 1996 (daku kelas 1 SMP), tak terduga ternyata bersambung menjadi sebuah kisah setelah bertemu kembali 3 tahun kemudian (daku dah SMU nih, boleh pacaran kata ibuku). meskipun terpisah jarak, namun berlanjut dengan terus berbagi cerita, bertukar kabar, berbagi pengalaman, berkirim surat, saling bincang melalui telp (masa dimana HP dan email masih belum sesubur sekarang). Buatku dia menjadi kakak terbaik, bagi ibuku dia sosok anak laki-laki yang diidamkan beliau untuk menjadi menantunya (ibuku terkadang memang terlalu terbuka terhadap apa yang dia inginkan).

semua berjalan masih dalam jalurnya, tak pernah terucap komitmen (istilah pacaran anak muda sekarang), hanya ucapan salam kangen atau sayang selalu di setiap akhir surat yang ditulis.

waktu berjalan 3 tahun, usia 17 sudah dilewati, diapun sudah menginjak usia 20 tahun. Pada masa ini kami tak lagi berkirim surat, karena HP sudah mengambil alih fungsi itu melalui teknologi bernama SMS. teknologi bernama emailpun sudah bisa dimanfaatkan, walaupun tidak maksimal.

komunikasi kami tak sesering dahulu, aku mulai sibuk dengan dunia baru, semester awal kuliahku. Diapun demikian, sibuk disemester akhir, dengan jadwal kegiatan praktikum yg berganti dengan magang di rumah sakit, untuk selangkah lagi menjadi seorang dokter.

Hari itu tanggal 5 April 2003, berkirim kabar melalui email (account email yg susah sekali diingat, hehehe daku yang bikinin).  Pesan balasan yang  singkat, padat, dan terkesan terburu-buru, disela-sela kesibukannya. Pesan yang diakhiri dengan kata penutup yang sangat manis dan indah, buatku pastinya, “Udah dulu ya aku mo balik ke rumah sakit entar kita lanjutkan lagi. Salam paling sayang buat calon istriku kalo kamu mau aku,dan salam paling manis kalo kamu mau jadi pacarku. Bila nda mau semua ya udahlah..”(seandainya kalimat ini diucapkan sekarang, aku pasti bisa jawab dengan mantab)

Pesan itu menjadi pesan terakhir melalui email, ada hal yang berbeda diantara kami, hal prinsip, yg tak mudah untuk dipersatukan, yang juga tak pernah terfikir sebelumnya, dan memang tak pernah terbahas secara serius.

ya udahlah..” seperti kalimat pesan terakhir, semua terus berjalan, sendiri-sendiri. Aku menikmati masa kuliahku, Dia sibuk dengan aktivitasnya kedokterannya. Ketika hampir memasuki semester akhir kuliahku, Dia berkabar telah menemukan seseorang sebagai calon pendamping. Waktu hampir saja akan mempertemukan kami di kota kembang Bandung, bertepatan dengan kabar gembira itu.

setelah kabar gembira itu,  tak pernah ada kabar lagi, seiring dengan HP-ku yang juga berpindah tangan, komplit bersama buku telp yg tak terback-up.

Sampai kelulusanku, dan kemudian aku bekerja disebuah kantor, yang menyediakan tunjangan pulsa unlimitted dan internet unlimitted. Pertengahan 2008, Banjarmasin, lambung mangkurat, kosakata yang mengingatkan kembali tentang sosok yg hilang. Akupun mulai mencari!!!

Google menjadi langkah awal, untuk mencari, berdasarkan nama lengkap, email, kampus, dll. Pertama, tercatat aktif di himpunan kemahasiswaan dikampusnya, Kedua, tercatat di Banjarmasin Post, sebagai daftar PNS dokter umum. Berkontak email dengan himpunan kemahasiswaan kampusnya, kemudian mencoba menelusuri kontak rumah-rumah sakit, hasilnya NIHIL !!

Sampai akhirnya akhir menuju awal 2009, Facebook membooming (cocok banget nich lagunya gigi). Suatu malam sepulang kantor, tiba-tiba terlintas namanya. Pencarian melalui Search Friends, aku menemukannya, dengan wajah yang tak jauh beda seperti dulu yang teringat dimemory kepalaku. Hasil akhirnya, I Found Him!!

Bertemu kembali dengan kondisi yang pastinya berbeda, dia sudah selangkah lebih maju, sudah lengkap dengan seorang pendamping. Sudah menikmati kesuksesannya, menjadi dokter idola satu-satunya yang  sedikit cerewet, tapi disayang pasiennya. “Iya degh, ganteng juga..” (klo ini pak dokternya yang ngomong)

cinta monyet

Tanggapan (9)

Tulisan yang Lebih Tua »